Pecel Madiun dan Cara Memilih Cabe

pecel madiun
Pecel Madiun adalah salah satu makanan khas dari kota Madiun yang bahan bakunya menggunakan cabe. Untuk bisa menghasilkan cita rasa sambal yang nikmat dan sehat diperlukan cabe yang sehat dan segar pula. Cabe yang sehat dan segar merupakan syarat mutlak agar sambal pecel Madiun bisa memiliki cita rasa yang khas , nikmat dan sehat. Berikut  ini cara memilih cabe yang sehat dan segar :

  • Warnanya cerah dan segar tanpa ada memar
Cabe yang sehat ternyata memiliki karakter yang mudah di lihat diantaranya warnaya yang cerah dan tidak terlihat layu. Pilihlah cabe yang masih segar karena cabe yang segar selain menjadikan rasa yang khas dan nikmat juga bisa menghasilkan vitamin C yang sangt diperlukan tubuh, serta bisa digunakan untuk menjaga kesehatan tubuh

  • Memiliki aroma yang khas
Cabe yang sehat bisa di lihat dari aroma khas cabe. Karena cabe yang sehat tidak mengeluarkan aroma busuk yang bisa di dapatkan pada sayuran atau tanaman yang telah membusuk.

  • Tidak memar atau remuk
Cabe yang memar dan remuk akibat proses panen atau proses distribusi bisa menjadikan cabe tidak sehat dan tidak menarik, oleh karena itu jika membuat sambel pecel usahkan menggunakan cabe yang segar dan tidak kering.


SAMBAL PECEL MADIUN MAKANAN KHAS KOTA MADIUN


sambal pecel madiun

Sambal Pecel Madiun adalah salah satu makanan khas yang berasal dari kota Madiun.Selain sambel Pecel Madiun juga memiliki makanan khas yang lain diantaranya Brem, Madu Mongso Lempeng.Sambel Pecel Madiun merupakan makanan khas yang berasal dari bahan baku kacang,cabe gula merah,daun jeruk dan bumbu bumbu yang lain.Penyajian sambel pecel madiun biasanya di sertai dengan rebusan daun sayur sayuran. Jika anda berkunjung ke kota Madiun serasa belum lengkap jika belum mencoba makanan khas kota Madiun ini dan juga membawa oleh oleh sambel pecel yang sudah di kemas cantik dengan ukuran dan kemasan tertentu.

Madiun adalah basis sambel pecel khas Madiun yang di kota ini  terdapat banyak  sentra pengrajin sambel pecel. Ada sangat banyak pengrajin sambel pecel yang ada di kota Madiun. Menurut Kepala Disperindag Kota Madiun, terdapat sekitar 900 an pengrajin sambal pecel yang saat ini berproduksi sambel pecel khas Madiun. Sebagian besar sambel pecel khas Madiun diproduksi untuk keperluan warung makan yang menyajikan menu Pecel Madiun dan sebagian kecil memproduksi sambel pecel Madiun untuk keperluan di jual dalam bentuk kemasan dengan ukuran tertentu.
sambel pecel madiun

Pengrajin sambel pecel Madiun yang memproduksi sambel pecel untuk dijual dalam bentuk kemasan ada sekitar 19 pengrajin, demikian yang dikatakan kepala Disperindag Kota Madiun. Untuk menjadikan kota Madiun sebagai kota Pecel maka Pemerintah kota Madiun memberikan pelatihan pelatihan kepada UMKM yang memproduksi sambel Pecel agar para pengrajin mempunyai standard dalam hal pengolahan, mutu produk dan kelayakan kemasan sambel pecel.Pelatihan pelatihan ini diharapkan bisa menjadikan Sambal Pecel Khas Madiun bisa di jadikan icon kota Madiun dan tidak di klaim sebagi kuliner yang berasl dari kota atau negara lain.

PEMESANAN SAMBEL PECEL MADIUN PECELKU



SAMBAL PECEL MADIUN PECELKU

DAFTAR HARGA SAMBAL PECEL MADIUN PECELKU

NAMA PRODUK

BERAT

HARGA

KETERANGAN

PECELKU  75 GR

 

 

 

IMG_4748.jpg

75 GRAM

RP. 3500 /PCS

1 PACK ISI 6 PCS

PECELKU 200 GR

 

 

 

IMG_4751.jpg

200 GRAM

RP. 8000 / PCS

TERSEDIA 2 RASA YAITU SEDANG DAN PEDAS

PECELKU  200 GR PREMIUM

 

 

 

IMG_4744.jpg

200 GRAM

RP.  9500 / PCS

TERSEDIA 2 RASA YAITU SEDANG DAN PEDAS

PECELKU 500 GR

 

 

 

IMG_4746.jpg

500 GRAM

RP.  17500 / PCS

TERSEDIA 2 RASA  YAITU SEDANG DAN PEDAS

 

 

 

 

PEMESANAN KLIK DISINI

 

SAMBAL PECEL MADIUN PECELKU 500 Gr

Sambal pecel Madiun Pecelku 500gr adalah sambal pecel khas Madiun yang memiliki ukuran lebih besar. Dengan ukuran yang lebih besar ini sambal pecel Madiun PecelKU 500 Gr sangat cocok untuk di konsumsi keluarga besar yang memiliki jumlah anggota lebih dari 10 orang. Kemasan yang digunakan untuk mengemas sambal pecel Madiun ukuran 500 gr ini menggunakan kemasan eksternal berupa mika dan kemasan internalnya dengan menggunakan plastik bening ukuran ketebalan 0.4 mm, sehingga sambal pecel Madiun PecelKU 500 gr lebih  aman dan lebih tahan lama .Untuk belanja Sambal pecel Madiun Pecelku 500 gr bisa klik DISINI

Memulai Usaha Baru Setelah Resign dari Perusahaan

Memulai usaha adalah langkah awal yang sangat di takuti para pemula usaha. Bayang bayang hitam kegagalan akan selalu menghantui dan mengancam. Begitulah yang ada dalam bayangan para pemula usaha. Memulai usaha baru merupakan langkah yang harus di awali para pelaku usaha untuk bisa memiliki usaha yang bisa mencukupi kebutuhan dan juga meningkatkan taraf hidup yang layak dan berkecukupan.

memulai usaha baruDalam memulai usaha seorang pemula harus melalui tahap tahap awal yang cukup berat , diantaranya melepaskan diri dari zona nyaman setelah ikut bekerja di perusahaan orang yang cuma kerja lalu dapat gaji tanpa harus mikir inovasi dan juga masalah managemant dalam berusaha di perusahaan.Tahap untuk memiliki suatu usaha sendiri para pemula harus menanggalkan semua ketakutan, kekhawatiran dan juga melepas rasa rendah diri serta rasa bayang bayang kegagalan.

Berikut ini adalah adalah cara memulai usaha bagi para mantan karyawan setelah resign dari perusahaan orang:

  • Persiapan/ Perencanaan
Sebelum memulai suatu usaha ,maka langkah awal yang perlu dilakukan adalah  merencanakan usaha apa yang akan di geluti . Karena dengan adanya perencanaan semua cita cita akan tergambar jelas , dan ketika terjadi kegagalan terhadap perencanaan maka akan mempunyai plan / perencanaan yang lain. Persiapan bidang apa yang akan digeluti  ini di sesuaikan dengan kemampuan , bakat dan juga pengalaman. semakin sesuai bidang usaha dengan kempuan dan pengalaman maka akan semakin terbuka peluang untuk mendapatkan keberhasilan dalan usaha. Jadi jangan memutuskan untuk keluar / resign dari perusahaan dulu sebelum ada gambaran dan rencana yang jelas. Karena hal ini akan berakibat kesulitan keuangan dan pendapatan jika kita tidak cukup modal untuk usaha. Kecuali jika kita punya finansial yang sangat kuat kita bisa langsung keluar dari perusahaan tempat kita kerja tanpa ada perencanaan usaha terlebih dahulu.

  • Membangun mental untuk jadi usahawan
Mental ini sangat di perlukan ketika memulai usaha. Karena seorang usahawan harus mempunyai mental yang kuat dan tahan banting terhadap segala resiko dan persaingan daln usaha. Usahakan membuang semua bayangan hitam tentang kegagalan . berpikirlah positif bahwa kita BISA. Berpikir positif akan menjadikan kita memiliki langkah langkah positif untuk mewujudkan keberhasilan usaha.

  • Mempersiapkan Modal
Dalam memulai usaha hal yang penting yang harus disiapkan adalah permodalan. Usaha tanpa modal adalah tidak mungkin. Modal yang di perlukan tidak harus dalam jumlah besar, modal yang kecilpun kita bisa menjalankan usaha dengan menggandeng pihak lain maka bisa di sebut kita menjalankan akad kerjasama . Atau apabila kekurangan modal kita bisa hutang kepada para pemilik modal. Sebuah usaha dilarang menggunakan yang bermodalkan HUTANG berbasis bunga atau riba. Karena riba ini menjadikan kita tidak tenang dalam berusaha dan lama lama usaha kita juga akan menjadi kolaps akibat hutang yang berbasis riba. Untuk mendapatkan modal yang bebas riba kita bisa melakukan kerjasama dengan pemilik modal . Modal ini berupa uang atau juga bisa modal barang. Lebih disarankan agar ketika kita hutang , kita melakukan hutang barang yang pembayarannya dengan jangka waktu tertentu. Hal ini lebih menguntungkan karena ketika kita berusaha ada ketenangan tanpa ada pinalti apabila terjadi keterlambatan pembayaran. Beda dengan ketika kita pinjam modal ke bank, pihak bank selain mengenakan tambahan bung/ riba, mereka juga akan mengenakan pinalti atau denda ketika kita mengalamai keterlambatan pembayaran utang.

  • Membaca situasi pasar dan peluang
Hal hal yang sangat mempengaruhi keberhasilan dalam usaha adalah tepatnya pelaku usaha dalam membaca suatu peluang. Seorang usahawan sejati adalah usahawan yang bisa mendeteksi peluang usaha .Sebagai contoh sebelum orang mengenal aqua atau air dalam kemasan , seorang usahawan yang tepat dalam membaca peluang dan kesempatan mereka berinovasi menciptakan air dalam kemasan yang pada jamanya merupakan suatu hal yang aneh dan tak lazim. Tapi berkat kemampuan dia membaca peluang usaha,semua yang aneh dan tidak lazim tadi di uabah menjadi sesuatu yang menhasilkan uang milyaran rupiah.

  • Pantang menyerah
Seorang usahawan harus  mempunyai sikap  Pantang menyerah. Karena sikap inilah yang menjadikan usaha tidak bisa berjalan. Seorang usahawan yang sukses dulunya merupakan seseorang yang sering melakukan kegagalan , namun mereka selalu bangkit dan melawan kegagalan itu dengan pantang menyerah. Kegagalan merupakan persiapan usahawan  untuk meraih keberhasilan. Jadi jangan pantang menyerah apabila kita mengalami suatu kegagalan.

  • Berdoa
Berdoa merupakan sesuatu yang wajib kita lakukan karena sekuat apapun usaha kita apabila Allah tidak memberikan keberhasilan maka kesuksesan dalam berusaha tidak akan kita dapatkan.

KH Ahmad Dahlan dan Biografinya



Kyai Haji Ahmad Dahlan atau Muhammad Darwis (lahir di Yogyakarta, 1 Agustus 1868 – meninggal di Yogyakarta, 23 Februari 1923 pada umur 54 tahun) adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Ia adalah putera keempat dari tujuh bersaudara dari keluarga K.H. Abu Bakar. KH Abu Bakar adalah seorang ulama dan khatib terkemuka di Masjid Besar Kasultanan Yogyakarta pada masa itu, dan ibu dari K.H. Ahmad Dahlan adalah puteri dari H. Ibrahim yang juga menjabat penghulu Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat pada masa itu.
Nama kecil KH. Ahmad Dahlan adalah Muhammad Darwisy. Ia merupakan anak keempat dari tujuh orang bersaudara yang keseluruhan saudaranya perempuan, kecuali adik bungsunya. Ia termasuk keturunan yang kedua belas dari Maulana Malik Ibrahim, salah seorang yang terkemuka di antaraWalisongo, yaitu pelopor penyebaran agama Islam di Jawa. Silsilahnya tersebut ialah Maulana Malik Ibrahim, Maulana Ishaq, Maulana 'Ainul Yaqin, Maulana Muhammad Fadlullah (Sunan Prapen), Maulana Sulaiman Ki Ageng Gribig (Djatinom), Demang Djurung Djuru Sapisan, Demang Djurung Djuru Kapindo, Kyai Ilyas, Kyai Murtadla, KH. Muhammad Sulaiman, KH. Abu Bakar, dan Muhammad Darwisy (Ahmad Dahlan).
Pada umur 15 tahun, ia pergi haji dan tinggal di Mekah selama lima tahun. Pada periode ini, Ahmad Dahlan mulai berinteraksi dengan pemikiran-pemikiran pembaharu dalam Islam, seperti Muhammad Abduh, Al-Afghani, Rasyid Ridha danIbnu Taimiyah. Ketika pulang kembali ke kampungnya tahun 1888, ia berganti nama menjadi Ahmad Dahlan.
Pada tahun 1903, ia bertolak kembali ke Mekah dan menetap selama dua tahun. Pada masa ini, ia sempat berguru kepadaSyeh Ahmad Khatib yang juga guru dari pendiri NU, KH. Hasyim Asyari. Pada tahun 1912, ia mendirikan Muhammadiyah di kampung Kauman, Yogyakarta.
Sepulang dari Mekkah, ia menikah dengan Siti Walidah, sepupunya sendiri, anak Kyai Penghulu Haji Fadhil, yang kelak dikenal dengan Nyai Ahmad Dahlan, seorang Pahlawanan Nasional dan pendiri Aisyiyah. Dari perkawinannya dengan Siti Walidah, KH. Ahmad Dahlan mendapat enam orang anak yaitu Djohanah, Siradj Dahlan, Siti Busyro, Irfan Dahlan, Siti Aisyah, Siti Zaharah. Disamping itu KH. Ahmad Dahlan pernah pula menikahi Nyai Abdullah, janda H. Abdullah. la juga pernah menikahi Nyai Rum, adik Kyai Munawwir Krapyak. KH. Ahmad Dahlan juga mempunyai putera dari perkawinannya dengan Nyai Aisyah (adik Adjengan Penghulu) Cianjur yang bernama Dandanah. Ia pernah pula menikah dengan Nyai Yasin Pakualaman Yogyakarta.

Disamping aktif dalam menggulirkan gagasannya tentang gerakan dakwah Muhammadiyah, ia juga dikenal sebagai seorang wirausahawan yang cukup berhasil dengan berdagang batik yang saat itu merupakan profesi wiraswasta yang cukup menggejala di masyarakat.
Sebagai seorang yang aktif dalam kegiatan bermasyarakat dan mempunyai gagasan-gagasan cemerlang, Dahlan juga dengan mudah diterima dan dihormati di tengah kalangan masyarakat, sehingga ia juga dengan cepat mendapatkan tempat di organisasi Jam'iyatul Khair, Budi Utomo, Syarikat Islam dan Comite Pembela Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
Pada tahun 1912, Ahmad Dahlan pun mendirikan organisasi Muhammadiyah untuk melaksanakan cita-cita pembaruan Islam di bumi Nusantara. Ahmad Dahlan ingin mengadakan suatu pembaruan dalam cara berpikir dan beramal menurut tuntunan agama Islam. la ingin mengajak umat Islam Indonesia untuk kembali hidup menurut tuntunan al-Qur'an dan al-Hadits. Perkumpulan ini berdiri bertepatan pada tanggal 18 November 1912. Dan sejak awal Dahlan telah menetapkan bahwa Muhammadiyah bukan organisasi politik tetapi bersifat sosial dan bergerak di bidang pendidikan.
Gagasan pendirian Muhammadiyah oleh Ahmad Dahlan ini juga mendapatkan resistensi, baik dari keluarga maupun dari masyarakat sekitarnya. Berbagai fitnahan, tuduhan dan hasutan datang bertubi-tubi kepadanya. la dituduh hendak mendirikan agama baru yang menyalahi agama Islam. Ada yang menuduhnya kyai palsu, karena sudah meniru-niru bangsa Belanda yang Kristen, mengajar di sekolah Belanda, serta bergaul dengan tokoh-tokoh Budi Utomo yang kebanyakan dari golongan priyayi, dan bermacam-macam tuduhan lain. Saat itu Ahmad Dahlan sempat mengajar agama Islam di sekolahOSVIA Magelang, yang merupakan sekolah khusus Belanda untuk anak-anak priyayi. Bahkan ada pula orang yang hendak membunuhnya. Namun ia berteguh hati untuk melanjutkan cita-cita dan perjuangan pembaruan Islam di tanah air bisa mengatasi semua rintangan tersebut.
Pada tanggal 20 Desember 1912, Ahmad Dahlan mengajukan permohonan kepada Pemerintah Hindia Belanda untuk mendapatkan badan hukum. Permohonan itu baru dikabulkan pada tahun 1914, dengan Surat Ketetapan Pemerintah No. 81 tanggal 22 Agustus 1914. Izin itu hanya berlaku untuk daerah Yogyakarta dan organisasi ini hanya boleh bergerak di daerah Yogyakarta. Dari Pemerintah Hindia Belanda timbul kekhawatiran akan perkembangan organisasi ini. Maka dari itu kegiatannya dibatasi. Walaupun Muhammadiyah dibatasi, tetapi di daerah lain seperti Srandakan, Wonosari, Imogiri dan lain-Iain telah berdiri cabang Muhammadiyah. Hal ini jelas bertentangan dengan keinginan pemerintah Hindia Belanda. Untuk mengatasinya, maka KH. Ahmad Dahlan menyiasatinya dengan menganjurkan agar cabang Muhammadiyah di luar Yogyakarta memakai nama lain. Misalnya Nurul Islam di Pekalongan, Al-Munir di Ujung Pandang, Ahmadiyah di Garut. Sedangkan di Solo berdiri perkumpulan Sidiq Amanah Tabligh Fathonah (SATF) yang mendapat pimpinan dari cabang Muhammadiyah. Bahkan dalam kota Yogyakarta sendiri ia menganjurkan adanya jama'ah dan perkumpulan untuk mengadakan pengajian dan menjalankan kepentingan Islam.
Berbagai perkumpulan dan jama'ah ini mendapat bimbingan dari Muhammadiyah, diantaranya ialah Ikhwanul-Muslimin,[5]Taqwimuddin, Cahaya Muda, Hambudi-Suci, Khayatul Qulub, Priya Utama, Dewan Islam, Thaharatul Qulub, Thaharatul-Aba,Ta'awanu alal birri, Ta'ruf bima kanu wal- Fajri, Wal-Ashri, Jamiyatul Muslimin, Syahratul Mubtadi.
Dahlan juga bersahabat dan berdialog dengan tokoh agama lain seperti Pastur van Lith pada 1914-1918. Van Lith adalah pastur pertama yang diajak dialog oleh Dahlan. Pastur van Lith di Muntilan yang merupakan tokoh di kalangan keagamaan Katolik. Pada saat itu Kiai Dahlan tidak ragu-ragu masuk gereja dengan pakaian hajinya.
Gagasan pembaharuan Muhammadiyah disebarluaskan oleh Ahmad Dahlan dengan mengadakan tabligh ke berbagai kota, disamping juga melalui relasi-relasi dagang yang dimilikinya. Gagasan ini ternyata mendapatkan sambutan yang besar dari masyarakat di berbagai kota di Indonesia. Ulama-ulama dari berbagai daerah lain berdatangan kepadanya untuk menyatakan dukungan terhadap Muhammadiyah. Muhammadiyah makin lama makin berkembang hampir di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, pada tanggal 7 Mei 1921 Dahlan mengajukan permohonan kepada pemerintah Hindia Belanda untuk mendirikan cabang-cabang Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Permohonan ini dikabulkan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tanggal 2 September 1921.
Sebagai seorang yang demokratis dalam melaksanakan aktivitas gerakan dakwah Muhammadiyah, Dahlan juga memfasilitasi para anggota Muhammadiyah untuk proses evaluasi kerja dan pemilihan pemimpin dalam Muhammadiyah. Selama hidupnya dalam aktivitas gerakan dakwah Muhammadiyah, telah diselenggarakan dua belas kali pertemuan anggota (sekali dalam setahun), yang saat itu dipakai istilah AIgemeene Vergadering (persidangan umum).