Breaking News
Loading...

Recent Posts

Saturday, April 25, 2015

Menggagas Bisnis Alternatif

Mengapa perlu berbisnis? Mungkin itu salah satu pertanyaan mengapa kita perlu berbisnis. Pertama karena untuk saat ini mencari lapangan pekerjaan sangat sulit, persaingan intelegensi begitu berat, hampir setiap tahun perguruan tinggi di nusantara meluluskan ribuan sarjana. Sementara lapangan pekerjaan tak kunjung bertambah. Oleh karena itu, kecerdasan intelektual saja tidak cukup, harus dibarengi dengan kemampuan skill, dan entreprenership. Untuk kondisi yang belum ideal, kita butuh kemampuan untuk menciptakan lapangan kerja bukan mencari pekerjaan.


Sebelum menyasar untuk objek bisnis, terlebih dahulu kita harus mengetahui segmen mana masyarakat yang hendak kita sasar, apakah kelas bawah, menengah, kelas atas atau produk akan menyasar semua kalangan. Serta kita harus memastikan bahwa produk kita bukanlah produk jemu (produk yang sudah menjamur), kita harus mempunyai inovasi agar produk kita berbeda dengan yang lain sekalipun mempunyai fungsi yang sama.


Dalam berbisnis hanya ada dua kemungkinan jika tidak berbisnis barang tentu saja berbisnis dalam bidang jasa. Jika kita memilih berbisnis barang, maka terlebih dahulu kita harus memikirkan masalah produksi. Misal, apakah bahan baku mudah di dapat, apakah modal produksi sudah ada, apakah area produksi memenuhi syarat dan barang2 hasil produksi mudah di distribusikan.


Sebaliknya jika menyasar berbisnis jasa, maka kita tidak perlu terlalu pusing mikirin masalah produksi tetapi fokus pada lingkungan dan pemasaran. Seperti Apakah area kita mudah diakses masyarakat, apakah pelayanan kita memuaskan masyarakat dst. Berbisnis jasa ibarat kita memancing ikan. Dikasih umpan apapun kalau memancingnya di sungai yang jarang ikan, yaa umpan kita akan lama dimangsa. Tetapi sebaliknya jika kita memancing ikan di kolam ikan ya cepat di mangsa, kenapa karena banyak ikan. Itu hanya analogi saja, bahwa berbisnis jasa lebih mengedepankan area yang strategis.


Begitulah dalam berbisnis kita tidak hnya mengejar profit semata tetapi juga value/ nilai. Sebagai seorang muslim tentu dalam berbisnis tidak melepaskan nilai2 Islam guna mencapai profit. Prinsip berbisnis Islami adalah bukannya mengeluarkan biaya sekecil2nya untuk memperoleh keuntungan sebesar2nya. Tetapi mengeluarkan biaya yang wajar untuk mendapatkan keuntungan yang wajar n barokah.

Adapun input bisnis meliputi berikut:

1.    SDM Dalam berbisnis, tentu kita terlebih dahulu harus mempunyai SDM yang menguasai bisnis, baik ilmu, skill dan wawasan. Baik itu bisnis dilakukan oleh kita individu maupun dilakukan oleh karyawan. Peningkatan kualitas SDM harus terus dilakukan agar bisnis tidak hanya dijalankan oleh tenaga yang berkualitas n profesional tetapi juga bisnis bisa bersaing di pasaran.

2.    SDA sangat penting terutama jika bisnis itu berupa barang2, kita membutuhkan bahan baku yang terus diproduksi. Bahan baku tentu dipilih yang berkualitas agar produk kita pun berkualitas, namun dalam berproduksi harus seimbang dengan pengeluaran/ barang yang sudah laku terjual. Jangan sampai kita memproduksi terlalu over sehingga terjadi pengendapan sementara distribusi tidak berjalan dengan baik.

3.    Modal kerja Dalam berbisnis tidak munafik kita membutuhkan modal. Tetapi perlu diketahui bahwa modal tidak selamanya bernilai uang, keahlian, ilmu dan wawasan juga modal. Selain itu kita bisa berkerjasama dengan pihak2 yang mempunyai modal berupa uang dengan sistem bagi hasil. Naah dalam hal ini hanya butuh skill, wawasan n trust/ kepercayaan.

Oleh : Ika Mutiya SEI

0 komentar :

Post a Comment

Back To Top